Kelezatan Soto Geprak Mbah Djo telah dikenal sejak tahun 1935. Tempat wisata kuliner
yang didominasi warna kuning dan hijau ini tak hanya menyediakan soto,
namun juga beberapa menu lainnya seperti bakso, ayam dan bebek goreng.
Jika dilihat dari tempatnya, Soto Geprak Mbah Djo tak berbeda dari
depot makanan lainnya. Anda akan melihat meja panjang khas depot dengan
kursi-kursi berderet. Meskipun demikian, kelezatan makanan ala rumah
makan yang berlokasi di Jalan Letjen S. Parman ini bisa diadu dengan apa
yang disajikan di restoran mahal.
Nama geprak sendiri berasal dari teknik pengolahan daging sebelum
dimasak. Mbah Djo biasa menggeprak atau menghancurkan daging dengan cara
memukulnya sampai halus dan empuk. Ini juga yang membuat soto dan bakso
di sini memiliki rasa yang khas dan tak akan bisa Anda temukan di
tempat lain.
No comments:
Post a Comment